Jakarta, 21 September 2026. Perkumpulan Tenaga Ahli Profesional Indonesia (PERTAPIN) turut berkolaborasi dalam penyelenggaraan Seminar Aksi Nasional Batch II Tahun 2026, sebagai bagian dari upaya bersama dalam meningkatkan kompetensi dan profesionalisme tenaga kerja konstruksi sekaligus mendorong akselerasi pemenuhan nilai Satuan Kredit Pengembangan Keprofesian (SKPK) bagi Tenaga Kerja Konstruksi (TKK) kualifikasi Ahli.
Kegiatan ini diselenggarakan melalui kolaborasi antara Direktorat Kompetensi dan Produktivitas Tenaga Kerja Konstruksi (DKPTKK) Kementerian Pekerjaan Umum, Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK), PERTAPIN, serta sejumlah asosiasi profesi dan organisasi sektor konstruksi, yaitu Perkumpulan Tenaga Teknik Konstruksi Indonesia (ASTEKINDO), Gabungan Ahli Teknik Nasional Indonesia (GATENSI), Asosiasi Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan (AK3L), Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI), Perkumpulan Tenaga Ahli dan Terampil Konstruksi Indonesia (GATAKI), Perkumpulan Tenaga Ahli Konstruksi Mandiri (PERTAMA), Perkumpulan Tenaga Kerja Ahli dan Terampil Indonesia (PETAKINDO), Perkumpulan Pakar Utama Bangunan Nusantara (PU-BANGUN), serta Perkumpulan Ahli Keselamatan Konstruksi Indonesia (PAKKI).
Seminar dilaksanakan pada Kamis, 17 September 2026, secara hybrid, dengan lokasi luring di Ruang Teratai Lantai 4, Balai Pengembangan Kompetensi PU Wilayah III Jakarta, serta diikuti peserta secara daring melalui Zoom Meeting.
Kegiatan dibuka oleh Plt. Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum, Bapak Indro Pantja Pramodo, S.T., M.T. Dalam pembukaannya, kegiatan ini menjadi salah satu momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, LPJK, asosiasi profesi, dan para tenaga kerja konstruksi dalam meningkatkan kompetensi serta pengembangan profesionalisme tenaga kerja konstruksi Indonesia.
Sembilan Diskusi Panel Bahas Isu Strategis Konstruksi
Seminar Aksi Nasional Batch II Tahun 2026 menghadirkan sembilan sesi diskusi panel yang diisi oleh narasumber kompeten dari berbagai bidang keahlian konstruksi. Materi yang disampaikan mencakup pengembangan kompetensi, keselamatan konstruksi, teknologi, manajemen proyek, infrastruktur, hingga peluang tenaga ahli konstruksi Indonesia di tingkat global.
Sesi pertama menghadirkan Bapak Ir. Kimron Manik, M.Sc. yang menyampaikan materi PKB sebagai Langkah Praktis Memenuhi Ketentuan Perpanjangan SKK Tenaga Kerja Konstruksi Kualifikasi Jabatan Ahli.
Selanjutnya, Ibu Ir. Betty Hariyani, S.T., M.H., M.T. menyampaikan materi Pembaruan Mekanisme Perhitungan PKB pada SIKI PKB dalam Mendukung Perpanjangan SKK Tenaga Kerja Konstruksi.”
Pada sesi berikutnya, Bapak Djuang Fadjar Sodikin, S.T., M.T., M.Sc., Ph.D. membahas tema Menghubungkan Penataan Ruang dan Pengembangan SDM Konstruksi. Materi ini menyoroti pentingnya keterkaitan antara kebijakan penataan ruang dengan kebutuhan pengembangan sumber daya manusia di sektor konstruksi.
Sementara itu, Bapak Muhammad Ikhsan, Ph.D. membawakan tema Retrofitting Bangunan Eksisting untuk Meningkatkan Keandalan dan Umur Layanan. Pembahasan tersebut memberikan perspektif mengenai pentingnya peningkatan keandalan bangunan eksisting melalui pendekatan teknis yang tepat.
Penguatan aspek keselamatan konstruksi juga menjadi salah satu pembahasan utama. Prof. Dr. Ir. Manlian Ronald A. Simanjuntak, S.T., M.T., D.Min., IPU., ASEAN Eng.yang menyampaikan materi Penguatan Kompetensi Keselamatan Konstruksi sebagai Pilar Profesionalisme Tenaga Ahli.
Selanjutnya, Bapak Ir. Panani Kesai, M.Sc. mengangkat tema SKK: Lisensi Profesional Anda, Bukan Sekadar Inventaris Perusahaan. Materi ini menekankan pentingnya menempatkan Sertifikat Kompetensi Kerja (SKK) sebagai bagian dari pengakuan atas kompetensi profesional tenaga kerja konstruksi.
Pada sesi teknologi dan infrastruktur, Bapak Ir. Rhema Suwenda, M.M. memaparkan tema Penerapan Teknologi Digital dalam Pemeliharaan & Monitoring Jalan dan Jembatan. Digitalisasi dipandang memiliki peran penting dalam mendukung efektivitas pemeliharaan serta pemantauan kondisi infrastruktur.
Sementara itu, Bapak Ir. T. Anshar, CES. membawakan materi Pengendalian Proyek untuk Menghadapi Perubahan Lingkup, Waktu, dan Biaya. Pembahasan ini memberikan pemahaman mengenai pentingnya pengendalian proyek dalam menghadapi berbagai perubahan selama pelaksanaan pekerjaan konstruksi.
Diskusi panel terakhir menghadirkan Ibu Kurniasari M. Hasanah, S.T., M.T. dengan tema Peluang Tenaga Ahli Konstruksi Indonesia Go Global. Materi tersebut memberikan wawasan mengenai peluang dan tantangan tenaga ahli konstruksi Indonesia dalam menghadapi kebutuhan dan persaingan profesional di tingkat internasional.
Dihadiri Sekitar 700 Peserta
Seminar Aksi Nasional Batch II Tahun 2026 mendapat antusiasme yang tinggi dari insan jasa konstruksi. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 700 peserta, baik yang hadir secara langsung di lokasi kegiatan maupun yang mengikuti secara daring melalui platform Zoom.
Antusiasme tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan tenaga kerja konstruksi terhadap informasi, pemahaman, dan pembaruan pengetahuan terkait pengembangan kompetensi profesional, khususnya dalam memenuhi ketentuan pengembangan keprofesian dan perpanjangan SKK.
Bagi PERTAPIN, keterlibatan dalam kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen organisasi untuk terus mendorong peningkatan kualitas dan profesionalisme tenaga ahli konstruksi Indonesia. Kolaborasi bersama pemerintah, LPJK, dan berbagai asosiasi profesi diharapkan dapat membangun ekosistem pengembangan kompetensi yang semakin kuat, terarah, dan berkelanjutan.
Akselerasi Pemenuhan SKPK Tenaga Kerja Konstruksi
Salah satu tujuan utama pelaksanaan Seminar Aksi Nasional Batch II Tahun 2026 adalah menjadi langkah akselerasi pemenuhan nilai SKPK bagi Tenaga Kerja Konstruksi kualifikasi Ahli, khususnya bagi anggota asosiasi profesi yang terlibat dalam kegiatan ini.
Pemenuhan SKPK menjadi bagian penting dalam pengembangan profesionalisme tenaga kerja konstruksi. Melalui kegiatan seminar, diskusi, dan pengembangan keprofesian, para tenaga ahli memperoleh kesempatan untuk meningkatkan pengetahuan, memperbarui wawasan, serta memenuhi kebutuhan pengembangan kompetensi secara berkelanjutan.
PERTAPIN memandang bahwa akselerasi pemenuhan SKPK tidak hanya menjadi tanggung jawab individu tenaga ahli, tetapi juga membutuhkan dukungan ekosistem yang melibatkan pemerintah, LPJK, asosiasi profesi, lembaga pendidikan dan pelatihan, serta seluruh pemangku kepentingan jasa konstruksi.
Melalui kolaborasi dan sinergi tersebut, diharapkan tenaga kerja konstruksi Indonesia semakin kompeten, profesional, adaptif terhadap perkembangan teknologi, menjunjung tinggi keselamatan konstruksi, serta mampu berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur nasional dan membuka peluang profesional di tingkat global.
Seminar Aksi Nasional Batch II Tahun 2026 menjadi salah satu wujud nyata kolaborasi bersama untuk memperkuat kompetensi, meningkatkan profesionalisme, dan mempercepat pemenuhan SKPK Tenaga Kerja Konstruksi Indonesia.
Browser :
35 : Jml Pegunjung Hari ini
139 : Jml Pengunjung Kemaren
163295 : Total pengunjung
WA: 082360701979
Telp: +021-5865693
Email: dpp.pertapin@gmail.com
© Distributed by. Pertapin 2024.